Cerita di setiap gigitan.
Croissant mendapatkan karakternya dari laminasi: adonan dan butter dilipat berulang kali sehingga membentuk lapisan. Saat dipanggang, uap air membantu lapisan itu mengembang. Hasilnya adalah kulit keemasan dengan bagian dalam berongga, bukan roti yang padat.
Komposisi utama
Kenali bahan yang membentuk rasa dan teksturnya.
- Tepung terigu
- Butter
- Susu
- Ragi
- Air
- Gula
- Garam
- Telur untuk olesan
Gandum/gluten, susu, dan telur.
Peralatan bersama dapat menyebabkan kontak silang. Informasikan alergi dan konfirmasikan resep aktual sebelum pemesanan.
Nikmati dengan porsi seimbang
Nikmati satu croissant ukuran sedang bersama buah segar dan sumber protein seperti telur. Butter memberi rasa dan lemak; croissant tetap perlu dinikmati dalam porsi yang sesuai, bukan dianggap sebagai makanan rendah lemak.
Pasangan rasa
Kopi hitam, teh tanpa gula, atau potongan buah segar.
Penyimpanan & penyajian
Cara menyimpan
Simpan tertutup di tempat sejuk dan kering untuk dinikmati pada hari yang sama. Untuk lebih lama, bekukan dalam wadah rapat. Hindari tempat lembap agar kulit tidak cepat lunak.
Saat akan dinikmati
Hangatkan sebentar dengan oven sampai bagian luar kembali renyah. Jangan memanaskan terlalu lama agar butter dan adonan tidak mengering.
Yang perlu Anda ketahui
Apakah croissant bisa menjadi sandwich?
Bisa. Belah perlahan, lalu tambahkan telur, sayuran, atau isian lain sesuai selera. Pilih isian secukupnya agar lapisan tetap terasa.
Apakah komposisi ini termasuk label gizi?
Tidak. Daftar bahan memberi gambaran komposisi dan tidak menyatakan jumlah kalori, gula, serat, atau zat gizi yang telah diuji. Konfirmasikan bahan aktual dan kebutuhan khusus sebelum memesan.
Panduan umum: pola makan seimbang — WHO dan penyimpanan pangan — FDA. Komposisi final mengikuti pilihan yang dikonfirmasi.



